elitehunterlogod
Bagaimana Soros Membobol Bank Of England

George Soros, pengusaha berdarah Hungaria-Amerika, George Soros merupakan salah satu investor keuangan paling terkenal di dunia yang juga seorang filantropis atau dermawan yang menyumbangkan hartanya ntuk kegiatan-kegiatan sosial, pendidikan hingga kesehatan.

Setelah awalnya bekerja pada perbankan investasi di London, Soros kemudian pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1956. Dia menghabiskan waktu di beberapa perusahaan di New York, sebelum mendirikan hedge fund sendiri pada tahun 1970. Soros Fund Management, yang pada akhirnya akan menjadi Quantum Fund, dikenal dengan investasi agresif dan pengembalian yang tinggi bagi investor.

Firma ini selanjutnya mendapatkan ketenaran karena spekulasi jangka pendek dan fleksibel di pasar keuangan global. Kesuksesan ini menjadikan Soros sebagai salah satu orang terkaya di dunia dan mengukuhkannya sebagai legenda di pasar investasi.

Pada tahun 1992, George Soros "membobol" Bank Of England dengan keuntungan lebih dari satu miliar dolar dan menghancurkan sistem moneter Inggris Raya dalam satu hari. Itulah yang menjadikan George Soros seorang legenda.

Pada tahun 1992 Inggris yang telah bergabung dengan European Exchange Rate Mechanism atau ERM (pendahulu EU) mengalami resesi, Bank Inggris ingin menaikkan suku bunga, namun karena mengikuti kebijakan ERM, maka hal tersebut tidak dapat dilakukan.
Tingkat inflasi UK pada saat itu 3 kali lebih tinggi daripada Jerman.

Ekonomi inggris menderita dan untuk menaikkan nilai mata uangnya, Bank Inggris setiap saat membeli pound dengan nilai jutaan dolar.
Banyak spekulator yang tahu bahwa nilai pound akan terus melemah, namun pertanyaannya adalah, "Kapan?"

George Soros yang saat itu berusia 62 tahun masih memimpin Quantum Fund, hedge fund yang ia dirikan pada tahun 1970 yang bertaruh pada tren ekonomi makro yang terkenal akan keahliannya dalam memprediksi dan terkadang memaksakan terjadinya sebuah peristiwa besar.
Ia yakin hampir semua orang siap melawan pound Inggris, dan yang mereka butuhkan hanyalah berita yang dapat menjadi sebuah "trigger" untuk membuat pasar bereaksi.
Bulan agustus 1992, Soros dan perusahaannya mulai memasang posisi melawan pound.

Pada akhir agustus, Soros telah membuka posisi senilai 1,5 miliar dolar melawan pound. Namun nilai tukar tidak bergerak, Market tetap membutuhkan sebuah "trigger".
Dan pada tanggal 16 September 1992, Presiden dari Bundesbank, Helmu Schlesinger, mengadakan siaran pers. Ia mengatakan “Saya tidak mengesampingkan fakta bahwa beberapa mata uang mungkin dapat mengalami tekanan”.
Melihat pernyataan tersebut George Soros merasa cukup yakin dan malam itu, ketika Eropa sedang tertidur, George Soros menghubungi Bank Internasional, perusahaan dan siapapun yang memiliki Poundsterling. Dan dia mencoba untuk meminjam semua Poundsterling yang tersedia.

Pada saat Inggris bangun, Soros telah menjual 10 miliar dolar pada pasar.
Bank Inggris mengalami kekacauan total, setelah rapat darurat dengan John Major, Menteri Keuangan memulai pertempuran dengan mati-matian.

Pada 17 september 1992, pukul 08:40 pagi hari, Bank Inggris membeli 1 miliar pound dari pasar. Namun harga tetap tidak bergerak.
kemudian jam 09:00 pagi Bank Inggris kembali membeli 2 miliar pound dan meminta izin John Major untuk menaikkan suku bunga.
John Major menolak.
Harga Poundsterling terus merosot jatuh karena George Soros dan market dunia terus menerus menjual pound.

Akhirnya pukul 11:00 siang, John Major setuju dan membuat pengumuman yang mengejutkan, yaitu kenaikan suku bunga hingga 2% yang dinilai sangat tinggi.
Pada akhir hari tersebut, Bank Inggris telah membeli 27 miliar pound serta menaikkan suku bunga yang kedua kalinya hingga 15%.

George Soros pada saat itu telah menjual setengah dari nilai yang dibeli oleh Bank Inggris.

Pukul 19:00 malamnya, Bank Inggris menyatakan kekalahannya dengan mengadakan konferensi pers dan keluar dari ERM.
Beberapa hari kemudian, pound inggris telah melemah sebesar 15% terhadap Mark Jerman dan 25% terhadap Dolar Amerika Serikat.

Dalam 1 hari,George Soros dan perusahaannya mengantongi keuntungan hingga 1 miiliar dolar.

Peristiwa tersebut di kenal dengan "Black Wednesday".

-Faldy Yus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *