Oleh: Dr. Eugenia Mardanugraha (Ekonom Universitas Indonesia/Kontributor EliteHunter Community)
Bagi masyarakat awam, trading Forex adalah suatu bisnis yang sangat memikat. Keuntungan yang dapat diperoleh jauh melampaui suku bunga deposito, reksadana, ataupun instrumen investasi lainnya. Kemudian berlomba-lomba untuk menempatkan uangnya pada trading forex, tergiur dengan keuntungan besar yang diperoleh para trader, bahkan tergiur dengan kemewahan hidup yang diperoleh seseorang sebagai hasil trading forex. Di lain pihak, tidak sedikit orang terjebak dalam bisnis ini. Mereka biasanya tidak melakukan trading sendiri, tetapi dijanjikan pendapatan besar oleh oknum. Ataupun menjadi ketagihan melakukan trading tanpa mengerti bagaimana melakukannya. Di media masa, sering sekali kita temui berbagai kasus yang terjadi dalam industri perdagangan uang ini. Ini yang dilaporkan, bagaimana yang tidak dilaporkan dan tidak diketahui publik, pastinya lebih banyak lagi kasus yang lebih parah.
Perdagangan mata uang asing, singkatnya trading forex, merupakan kegiatan perdagangan uang yang terjadi pada suatu pasar yang disebut dengan pasar derivatif. Derivatif artinya turunan dari aslinya. Jadi yang diperdagangkan di pasar derivatif forex bukalah uang secara fisik dipertukarkan, tetapi yang diperjualbelikan hanya nilainya saja. Pasar derivatif merupakan inovasi keuangan yang dimulai pada tahun 1970-an dan berkembang pesat pada tahun 1980-an dan 1990-an. Saat itu, pergerakan suku bunga sangat lebar, pasar saham dan uang (stock dan bonds) melalui beberapa episode dimana volatilitas meningkat sangat tinggi. Para manajer institusi keuangan berpikir untuk mengurangi risiko yang mereka hadapi. Kemudian terciptalah instrumen keuangan baru yang menolong para manajer tersebut untuk mengatur risiko dengan lebih baik. Instrumen ini dikenal dengan financial derivative, yang hasilnya terhubung dengan surat berharga yang telah diterbitkan dan sangat berguna sebagai alat untuk mengurangi risiko. Financial derivatives paling utama adalah: forward contracts, financial futures, options, and swaps.
Dari motivasi ditemukannya, produk derivatif adalah suatu sarana untuk mengelola risiko usaha. Ketika usaha bank dalam pasar modal dan pasar uang rugi, maka pasar derivative forex digunakan untuk memperkecil kerugiannya. Motivasi ini pula lah yang seharusnya dimiliki oleh siapa saja yang ingin melakukan trading forex. Trading forex harus dapat memperkecil risiko usaha kita, bukan sebaliknya menjadi rugi besar-besaran akibat trading forex. Perdagangan derivatif dapat memiliki fungsi yang sama dengan tabungan/deposito di bank, yaitu sebagai cadangan atau untuk berjaga-jaga apabila diperlakukan dengan benar sesuai dengan yang dilakukan oleh bank secara profesional. Penempatan dana di deposito tidak berisiko karena dijamin oleh pemerintah, tetapi juga tidak memberikan hasil maksimal. Sedangkan dana yang digunakan untuk trading forex bisa habis seketika. Namun apabila mengetahui caranya, hasil yang didapatkan dapat berkali lipat daripada bunga deposito. Hal ini pula yang dilakukan oleh bank-bank terbesar dunia. Mereka mendapatkan pendapatan yang besar dari trading forex sehingga dapat menutup kerugian dari bisnis perbankan lainnya.
Pada table berikut ini dapat dilihat persentase kenaikan pendapatan tahunan 13 bank-bank besar di Amerika Serikat dan Eropa yaitu pendapatan pada kuartal kedua tahun 2020 dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2019. Persentase ini dapat pula diartikan sebagai profit yang diperoleh bank tersebut dari transaksi yang dilakukannya. Tabel ini membandingkan profit dari FICC (fix income, currencies and commodities), yaitu transaksi-transaksi yang didalamnya termasuk trading forex dan komoditi, dengan transaksi pasar saham.
Tabel 1
Kenaikan Pendapatan (Profit) Per Tahun 13 Bank Besar di Amerika Serikat dan Eropa
| No | Bank | %FICC | %Saham |
| 1 | Bank of America Corp. | 40.18 | 5.77 |
| 2 | Barclay PLC | 59.57 | 30.37 |
| 3 | BNP Paribas SA | 153.78 | -52.95 |
| 4 | Citigroup Inc. | 68.37 | -5.64 |
| 5 | Credit Suisse Group AG | 53.75 | -2.2 |
| 6 | Deutsche Bank AG | 38.98 | 38.98 |
| 7 | Goldman Sachs Group Inc. | 148.82 | 46.03 |
| 8 | HSBC Holding PLC | 74.01 | -33.6 |
| 9 | JP Morgan Chase &Co. | 98.86 | 25.39 |
| 10 | Morgan Stanley (Fix Income) | 167.7 | 22.96 |
| 11 | Natixis (FIC-T) | -8.22 | NM |
| 12 | Société Générale SA | 34.87 | -66.63 |
| 13 | UBS Group AG (Forex, rates and Credit) | 118.3 | -9.23 |
Sumber: S&P Global Market Intelligence (2020)
Rata-rata profit 13 bank tersebut yang diperoleh dalam 1 tahun dari FICC adalah sebesar 80,69%, sedangkan dari saham negatif 0,062%. Pendapatan saham pada umumnya jauh lebih kecil dibandingkan FICC. Pada Tabel dapat diihat BNP Paribas untung 153.78% pada transaksi FICC dan rugi 52.95% dari transaksi saham. Banyak bank yang memperoleh profit dari kedua jenis transaksi, dan yang paling tinggi adalah Goldman Sachs dan JP Morgan. Jelaslah bahwa dalam kenyataannya trading forex memperoleh profit yang paling tinggi dibandingkan dengan transaksi lainnya. Namun profit trading forex yang dijanjian ribuan persen maupun milyaran rupiah dalam waktu singkat, tidak sesuai dari cara bank-bank besar bertransaksi. Bank besar seperti Goldman Sachs dan JP Morgan melakukan perdagangan forex dilandasi oleh analisa dan prediksi yang menggunakan metode terbaru dan tercanggih dengan ketepatan yang sangat tinggi. Dalam pasar keuangan, analisa apapun dilakukan untuk melakukan prediksi mengenai harga di masa yang akan datang. Ketidaktepatan prediksi dapat diukur dan risiko inilah yang dikelola secara bertanggung jawab.
Trading forex memberikan keuntungan yang sangat tinggi dan dapat berfungsi untuk menjaga (hedge) kerugian yang mungkin ditimbulkan oleh usaha lainnya. Dengan menggunakan paradigma ini, prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko merupakan hal terpenting dalam melakukan trading forex. Dengan demikian, pengelolaan dana harus diserahkan kepada profesional dan berkualitas, yang mampu bekerja dengan paradigma dan prinsip bank-bank besar mengelola dana milyaran dolar yang berasal dari investor seluruh dunia. Ketagihan trading diatasi dengan belajar melakukan trading sebagaimana para trader bank-bank besar melakukannya secara profesional dan bertanggung jawab.
Kata Kunci: Pengaman, Profesional, Bertanggung jawab